Pindah dari Wix ke Website Sendiri: Prosesnya Gimana dan Apa yang Ikut Pindah
Yang paling bikin orang nunda pindah dari Wix itu biasanya bukan biaya. Tapi takut. Takut hilang dari Google, takut pelanggan nyasar, takut website mati beberapa hari di tengah-tengah pindahan.
Ketakutan itu masuk akal, dan saya nggak akan bilang "tenang aja, gampang kok". Tapi kalau urutannya bener, website Anda nggak perlu mati sedetik pun, dan posisi Google Anda nggak harus mulai dari nol.
Saya baru saja ngerjain ini buat klien properti di Bali, dari Wix ke situs custom, dan tulisan ini isinya urutan yang benar-benar saya pakai.
Yang Bisa Ikut Pindah, dan Yang Nggak
Ini yang paling sering salah dipahami. Jadi saya perjelas dulu.
Ikut pindah:
- Domain Anda. Kalau alamatnya
namausaha.com, itu punya Anda, bukan punya Wix. Tinggal diarahin ke rumah baru. Ini bagian terpenting, dan justru bagian yang paling gampang. - Isi tulisan dan foto. Teks bisa disalin, foto bisa diunduh. Kadang manual, tapi selalu bisa.
- Reputasi Google Anda. Selama alamatnya sama dan pengalihannya dipasang bener, umur dan kepercayaan yang sudah Anda kumpulin itu ikut.
Nggak ikut pindah:
- Desainnya. Tampilan Wix itu nempel di sistem Wix. Website baru dibangun ulang tampilannya. Biasanya ini justru yang klien mau.
- Fitur bawaan Wix. Form, booking, toko bawaan mereka. Semua dibangun ulang, dan seringnya jadi lebih pas sama cara kerja Anda.
- Statistik lama di dashboard Wix. Angkanya ketinggalan di sana.
Kalau alamat Anda masih namausaha.wixsite.com, ini beda cerita. Itu bukan punya Anda, itu numpang. Pindah berarti Anda mulai alamat baru, dan reputasi Google-nya memang mulai dari awal. Nggak enak didengar, tapi lebih baik tahu sekarang daripada kaget nanti. Sisi baiknya, makin cepat pindah makin kecil ruginya.
Urutan yang Bikin Nggak Ada Downtime
Kuncinya satu: website baru harus sudah jadi dan sudah diuji sebelum domainnya dipindah. Bukan sebaliknya.
1. Bangun dulu di alamat sementara
Website baru dibikin dan dipasang di alamat sementara yang cuma Anda dan saya yang tahu. Selama ini terjadi, website Wix Anda tetap hidup, tetap nerima pelanggan, tetap muncul di Google. Nggak ada yang berubah buat pelanggan Anda.
Di tahap ini Anda bisa lihat, komentar, minta revisi, sampai benar-benar sreg. Nggak ada tekanan waktu, karena nggak ada yang lagi rusak.
2. Catat semua alamat halaman lama
Ini langkah yang paling sering dilewatin orang, dan paling mahal akibatnya.
Tiap halaman di website lama Anda punya alamat, misalnya namausaha.com/layanan atau namausaha.com/tentang-kami. Sebagian dari alamat itu sudah dikenal Google, mungkin ada yang sudah di-share orang di WhatsApp atau dicatat pelanggan.
Kalau website baru pakai alamat yang beda dan yang lama dibiarin mati, tiap orang yang klik link lama bakal mendarat di halaman error. Google juga bakal nganggep halaman Anda hilang, dan posisi Anda turun.
Jadi semua alamat lama dicatat dulu, satu per satu.
3. Pasang pengalihan
Tiap alamat lama diarahkan ke padanannya di website baru. Jadi orang yang klik link lama otomatis dibawa ke halaman yang bener, dan Google ngerti bahwa halaman ini pindah rumah, bukan hilang.
Ini yang bikin reputasi Google Anda ikut pindah, bukan hangus. Kerjaannya sepele tapi efeknya gede, dan ini yang biasanya bikin cerita horor "pindah website terus hilang dari Google" itu kejadian: pengalihannya nggak dipasang.
4. Baru pindahin domain
Setelah semua siap dan diuji, domain baru diarahkan ke rumah baru. Perpindahannya biasanya kerasa dalam hitungan jam. Karena website barunya sudah jadi dan sudah bener, nggak ada masa kosong.
5. Kasih tahu Google
Sitemap baru didaftarin lewat Google Search Console, biar Google buru-buru ngecek dan mutakhirin catatannya. Ini mempercepat pemulihan.
6. Jangan matiin Wix hari itu juga
Biarkan langganan Wix Anda jalan sebulan lagi. Murah, dan itu jaring pengaman kalau ternyata ada yang kelewat. Setelah sebulan aman, baru berhenti langganan.
Berapa Lama dan Berapa Biayanya
Bikin website barunya sendiri itu makan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu, tergantung berapa halaman. Yang bagian pindahannya, dari pasang pengalihan sampai domain berpindah, itu biasanya cuma sehari.
Soal biaya, ini yang sering bikin orang kaget waktu dihitung. Wix itu bayar terus selama website Anda hidup. Berhenti bayar, website hilang. Website sendiri itu bayar sekali di depan, lalu tinggal biaya domain dan hosting yang jauh lebih kecil per tahunnya. Di tahun kedua atau ketiga biasanya sudah balik. Rinciannya saya buka di halaman harga, dan perbandingan lengkap Wix versus custom ada di tulisan ini.
Kapan Sebaiknya Anda Nggak Pindah
Biar adil, ini juga perlu saya bilang.
Kalau website Wix Anda jalan, kenceng, Anda nggak kesulitan ngurusnya, dan Anda nggak punya kebutuhan yang mentok sama batasannya, ya jangan pindah. Serius. Pindah cuma karena "custom katanya lebih bagus" itu buang duit.
Alasan yang sah buat pindah biasanya salah satu dari ini: ada fitur yang Anda butuh tapi Wix nggak bisa, website-nya lambat dan Anda sudah coba benerin tapi mentok, biaya langganannya sudah nggak masuk akal dibanding manfaatnya, atau Anda mau aset usaha Anda benar-benar milik sendiri.
Yang Paling Penting: Domain Atas Nama Anda
Satu hal yang saya tegasin ke tiap klien. Setelah pindah, domain dan server itu atas nama Anda, bukan atas nama saya. Artinya kalau suatu hari Anda mau pindah lagi, ke orang lain sekalipun, Anda bisa. Nggak perlu izin, nggak perlu nebus apa-apa.
Saya nggak nahan apa-apa, dan menurut saya memang begitu seharusnya. Percuma Anda pindah dari platform yang nyandera, terus mendarat di developer yang nyandera juga.
Kalau Anda lagi mikir pindah dan pengen tahu website Anda yang sekarang kondisinya gimana, kirim aja linknya lewat WhatsApp. Saya lihat dulu, saya kasih tahu apa adanya perlu pindah atau nggak, dan kalau perlu, saya jelasin apa yang bakal ikut dan apa yang harus dibikin ulang.
Butuh website untuk usaha Anda?
Saya bantu dari desain, bikin, sampai online dan dirawat. Mulai Rp 1.500.000, transparan tanpa biaya kaget.