← Semua tulisan

Nyiapin Foto dan Tulisan buat Website: Bagian yang Bikin Lama Itu Bukan Ngodingnya

5 menit bacaWian Agus Satria Pratama

Ada satu hal yang jarang diomongin waktu orang mau bikin website: bagian yang paling sering bikin molor itu bukan ngodingnya, tapi nunggu bahan.

Saya sudah sering ngalamin. Website teknisnya kelar dalam empat hari, tapi baru bisa online tiga minggu kemudian, karena foto produknya belum dikirim dan tulisan "Tentang Kami" masih "nanti ya mas, saya belum sempat mikir".

Jadi tulisan ini isinya daftar bahan yang perlu Anda siapin. Kalau ini beres duluan, website Anda bisa jadi secepat yang saya janjiin. Kalau nggak, ya nunggu.

Kabar baiknya: ini nggak sesulit yang Anda bayangin, dan Anda nggak perlu jago nulis atau jago motret.

Kenapa Ini Nggak Bisa Diserahin ke Saya Aja

Pertanyaan yang wajar: "Mas kan bikin websitenya, kenapa isinya nggak sekalian?"

Bisa kok, dan saya memang nyediain bantuan copywriting sebagai tambahan. Tapi ada bagian yang memang cuma Anda yang tahu, dan hasilnya beda banget kalau dipaksain saya karang sendiri.

Anda tahu pelanggan Anda biasanya nanya apa duluan. Anda tahu kenapa orang milih Anda dan bukan sebelah. Anda tahu produk mana yang paling laku dan kenapa. Saya nggak. Kalau saya karang, hasilnya jadi tulisan yang enak dibaca tapi kosong, dan pelanggan Anda kerasa itu.

Jadi yang paling bagus itu biasanya campuran: Anda kasih bahan mentah apa adanya, saya yang rapiin.

Bagian Foto

Ini yang paling ngaruh ke tampilan, dan sekaligus yang paling sering jadi biang keladi website lemot.

Berapa banyak yang perlu

  • Website satu halaman: 5 sampai 10 foto sudah cukup.
  • Website beberapa halaman dengan galeri: 15 sampai 30, tergantung berapa produk atau kamar.

Serius, nggak usah banyak-banyak. Sepuluh foto bagus itu jauh lebih baik daripada lima puluh foto asal.

Foto apa aja

  • Tempat usaha Anda. Tampak depan, biar orang bisa ngenalin waktu dateng. Bagian dalamnya juga.
  • Produk atau hasil kerja. Ini yang paling penting. Ini yang bikin orang mutusin.
  • Orangnya. Anda, tim Anda, lagi kerja. Foto orang itu bikin usaha kerasa hidup dan beneran ada. Banyak yang skip ini karena malu, padahal ngaruh ke kepercayaan.
  • Suasana. Pelanggan lagi menikmati, proses pengerjaan, hal-hal yang nunjukkin usaha Anda jalan.

Nggak perlu fotografer

HP jaman sekarang sudah lebih dari cukup. Yang penting bukan kameranya:

  • Cahaya. Ini 90% urusannya. Motret siang hari deket jendela atau di luar ruangan itu ngalahin kamera mahal di ruangan gelap. Hindari lampu neon dan hindari blitz.
  • Latar yang nggak berantakan. Singkirin kabel, kardus, gelas kotor. Latar polos itu bikin produk Anda kelihatan.
  • Motret banyak. Ambil sepuluh, nanti pilih satu. Gratis kok.
  • Konsisten. Kalau bisa, semua foto produk diambil dengan gaya dan cahaya yang mirip. Ini yang bikin galeri kelihatan rapi, bukan kualitas tiap fotonya.

Kirimnya gimana

Kirim file aslinya, jangan lewat WhatsApp biasa. WhatsApp itu ngecilin dan ngerusak foto Anda diam-diam, dan hasilnya jadi buram waktu ditaruh di website.

Pakai Google Drive, atau WhatsApp tapi dikirim sebagai dokumen, bukan sebagai foto. Urusan ngecilin ukurannya biar website tetap ngebut itu bagian saya, dan itu memang harus dikerjain dengan bener. Foto mentah 6 MB yang di-upload apa adanya itu penyebab nomor satu website usaha lemot.

Bagian Tulisan

Nah ini yang biasanya bikin orang mandek. Padahal caranya gampang: jangan nulis, ngomong aja.

Serius. Rekam suara Anda sendiri di HP, jawab pertanyaan di bawah ini kayak lagi ngobrol sama calon pelanggan. Kirim rekamannya ke saya. Itu jauh lebih gampang daripada mandangin layar kosong, dan hasilnya lebih jujur.

Yang perlu dijawab

Tentang usaha Anda:

  • Usaha Anda ini apa, dijelasin ke orang yang belum pernah denger sama sekali
  • Sejak kapan, dan kenapa Anda mulai
  • Apa yang bikin Anda beda sama yang sebelah, jujur aja walaupun kedengeran sepele

Tentang yang Anda jual:

  • Daftar layanan atau produk, sama harganya kalau mau ditampilin
  • Buat tiap satu, siapa yang paling cocok pakai itu
  • Yang paling laku yang mana

Tentang pelanggan:

  • Lima pertanyaan yang paling sering masuk ke DM Anda, sama jawabannya. Ini emas. Ini yang bakal jadi bagian FAQ, dan ini yang paling sering dibaca orang.
  • Keberatan yang paling sering muncul sebelum orang jadi beli

Yang praktis:

  • Alamat lengkap, jam buka
  • Nomor WhatsApp yang mau dipakai nerima pesanan
  • Akun medsos
  • Testimoni, kalau ada, walaupun cuma screenshot chat pelanggan yang muji

Kalau bener-bener mentok

Kirim aja apa adanya. Screenshot chat, caption Instagram lama, brosur yang pernah Anda cetak, catatan di HP. Bahan mentah yang berantakan itu tetap lebih berguna daripada nunggu Anda sempat nulis rapi, karena nunggu itu bisa berbulan-bulan.

Yang Nggak Usah Anda Pikirin

Biar jelas, ini bagian saya, jangan dipusingin:

  • Tulisannya mau ditaruh di mana dan disusun gimana
  • Judul biar gampang ketemu di Google
  • Ukuran dan format foto
  • Warna, jenis huruf, tata letak
  • Domain, server, keamanan

Anda cukup ngasih bahan mentah dan cerita. Sisanya bagian saya.

Patokan Waktu

Buat website satu halaman, kalau Anda serius nyiapin, ini bisa selesai dalam satu sampai dua jam. Motret produk sambil ngobrol, rekam jawaban, kirim.

Yang bikin berbulan-bulan itu bukan susahnya, tapi nunda. Dan selama itu website Anda cuma jadi rencana.

Jadi kalau boleh saran: jangan tunggu semua sempurna. Kirim yang ada dulu. Foto bisa diganti kapan-kapan, tulisan bisa diperbaiki nanti. Website yang jalan dengan bahan seadanya itu jauh lebih berguna daripada website sempurna yang nggak pernah online.

Kalau Anda mau lihat daftar hal lain yang perlu dipikirin sebelum mulai, saya sudah kumpulin di checklist sebelum bikin website. Atau kalau mau ngobrol dulu soal usaha Anda dan bahan apa aja yang sebenernya perlu, chat aja, gratis.

Butuh website untuk usaha Anda?

Saya bantu dari desain, bikin, sampai online dan dirawat. Mulai Rp 1.500.000, transparan tanpa biaya kaget.